![]() |
| Sumber : Istimewa |
MEDAN — Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam amanatnya, Rektor UNUSU Dr. Ibnu Affan, S.H., M.Hum. menekankan pentingnya meningkatkan knowledge transfer atau transfer pengetahuan dalam proses belajar mengajar, khususnya dari dosen kepada mahasiswa.
Menurut Rektor, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat penyampaian materi perkuliahan. Lebih dari itu, proses pendidikan harus mampu memastikan bahwa ilmu, pengalaman, wawasan, dan kompetensi yang dimiliki dosen dapat ditransfer secara efektif kepada mahasiswa.
“Kita harus meningkatkan knowledge transfer dalam proses belajar mengajar dari dosen kepada mahasiswa. Ilmu yang dimiliki dosen harus dapat ditransformasikan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” pesan Dr. Ibnu Affan dalam amanatnya.
Ia menegaskan bahwa dosen memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, proses pembelajaran perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan perubahan zaman.
Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Pendidikan
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di UNUSU juga menjadi momentum untuk merefleksikan makna kemerdekaan dalam konteks pendidikan.
Kemerdekaan, menurut semangat pendidikan, harus diwujudkan melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kompetensi, karakter, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam konteks tersebut, UNUSU terus mendorong seluruh dosen untuk menjadikan proses pembelajaran sebagai ruang transformasi ilmu dan pembentukan karakter mahasiswa.
Knowledge transfer tidak hanya dimaknai sebagai proses menyampaikan pengetahuan, tetapi juga bagaimana pengalaman akademik dan profesional dosen dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkembang dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Dosen Tidak Hanya Mengajar, tetapi Mentransformasikan Ilmu
Pesan Rektor tersebut sejalan dengan tuntutan perguruan tinggi di era perubahan yang semakin cepat. Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghafal teori. Mereka membutuhkan kemampuan untuk memahami, menganalisis, memecahkan persoalan, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi.
Karena itu, dosen diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan demikian, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses perkuliahan, tetapi menjadi ruang dialog antara pengetahuan, pengalaman, dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Upacara peringatan HUT ke-81 RI di UNUSU diikuti oleh sivitas akademika dengan penuh semangat kebangsaan. Momentum tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNUSU untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.(Red).
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

